Penanganan Covid19 oleh Pemkot Surabaya dengan 4 Upaya

Harian Berita – Pemerintah Kota Surabaya telah melakukan berbagai upaya untuk memutus rantai penyebaran virus corona sebelum adanya Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Surabaya. Upaya tersebut adalah upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.

M Fikser selaku Koordinator Protokol Komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya mengatakan upaya promotif yang di maksud adalah dengan menyediakan website https://lawancovid-19.surabaya.go.id bagi masyarakat Kota Surabaya. Dan juga melakukan penyuluhan melalui beberapa media promosi kepada masyarakat tentang perlunya kewaspadaan terhadap Covid-19 dan cara pencegahannya.

Selanjutnya upaya preventif adalah dengan melakukan penyelidikan epidemiologi, pemantauan dan pendataan kepada seluruh kriteria kasus beserta kontak eratnya. Kemudian melakukan analisa terhadap peningkatan kasus, pemetaan persebaran kasus, dan kejadian transmisi lokal (pelacakan klaster). Selain itu juga dilakukan pengawasan terhadap pelaksanaan social distancing, seperti meliburkan anak sekolah, pemberlakuan work from home, membatasi kegiatan di tempat umum.

“Pemerintah Kota Surabaya juga telah melaksanakan rapid test terhadap 1.730 orang, yaitu OTG (orang tanpa gejala), ODP (orang dalam pemantauan), PDP (pasien dalam pengawasan), petugas kesehatan, dan patroli bersama Polrestabes” jelasnya

Pemerintah Kota Surabaya juga bekerjasama dengan UMKM dengan membuat Alat Pelindung Diri (APD) dan masker kain . Alat Pelindung Diri (APD) dan masker yang sudah dibuat pun akan di bagikan ke petugas kesehatan di 19 rumah sakit rujukan, 32 rumah sakit non rujukan dan puskesmas. Selain itu dibagikan masker kain sebanyak 98.614 untuk petugas lapangan, OTG, ODP dan PDP beserta kontak eratnya.

Pemerintah Kota Surabaya juga akan membagikan hand sanitizer sebanyak 76.225 liter untuk ruang publik, obat terapi Covid19 kepada Rumah Sakit yang merawat pasien Covid19 sejumlah 2700 tablet serta vitamin C dan B kompleks bagi para perawat dan petugas di lapangan.

Disediakan pula wastafel di 1.357 titik, bilik sterilisasi di 438 titik, dan thermal infra red 105 di ruang publik.  Penyemprotan disinfektan juga sudah dilakukan di sejumlah tempat umum sebanyak 7. 322 kali meliputi apartemen, perumahan, perkampungan, rumah sakit, puskesmas, terminal, stasiun, perkantoran, lokasi strategis /positif COVID-19, pasar, rumah ibadah, kafe, sentra wisata kuliner dan tempat pelayanan publik.

Makanan tambahan tinggi protein seperti telur dan biskuit serta minuman herbal untuk menjaga stamina kepada petugas kesehatan, petugas lapangan, OTG, kontak erat kriteria ODP dan PDP juga dibagikan oleh Pemerintah Kota Surabaya. Tidak lupa Pemkot juga memberikan makanan bagi OTG, ODP, PDP dan kontak eratnya.

Disiapkannya puskesmas untuk melaksanakan pelayanan, menunjuk dan mengkoordinasikan rumah sakit untuk pelayanan dan sarana rujukan adalah upaya kuratif dari Pemkot Surabaya, kata M Fikser.

Pemerintah Kota Surabaya juga menyediakan obat – obatan dan alat kesehatan untuk penanganan pasien Covid19.

Dan yang terakhir adalah Rehabilitatif dengan melakukan pemantauan terhadap pasien Covid19 yang telah sembuh untuk terus dicek perkembangan keseharannya agar terus melakukan social distancing.